Bicara dari kasur

Tuesday, October 16, 2012
Menjelang tidur ternyata saat terindah mengenang suka duka kehidupan yang dilalui. Sedih gembira..keduanya menguras airmata. Airmata ternyata peneman paling setia mendodoikan hingga terlena.

Sesekali dari kasurku ini ku jenguk kebawah. Semuanya sudah lena dibuai mimpi. Sedang aku masih berbicara sendiri didalam hati. Saban malam mereka lebih enak melepas lelah ditilam usang berwarna merah. Membiarkanku ke sendiri menikmati tilam empuk yang hanya aku merasakan indahnya,kata mereka.

Aku telusuri semuanya yang telah Tuhan aturkan didalam perjalanan yang terasa singkat..namun kadang terasa sudah begitu lama.. Indahnya warna yang Tuhan lakarkan dikanvas putih hidupku ini. Penuh warna warni. Sesekali dilihat rona hitam bagai menguasai. Namun bukankah hitam itu menawan hati?

Maha bijaknya kuasa tertinggi yang mentakdirkan semua ini. Yang telah turut mengurniakan kebijakan kepada setiap hati. Boleh saja menelan kepahitan sebagai ubat. Bahkan terasa gusar jika hanya kemanisan yang dihampar.

Siapa yang mampu atau dimampukan untuk melihat kehidupan dari sisi yang berbagai-bagai..sungguh sangat beruntung. Bagai pelangi yang hadir setelah hujan. Begitulah mekar senyuman dibalik tangisan. Andai hujan syarat datangnya pelangi,tidakkah hujan akan sangat dihargai? Tidak mengapa sedikit menanti kerana hujungnya indah..pasti..

Jangan pernah takut dengan hujan.. Ia bahkan penyiram kekeringan. Penyubur kegersangan.. Bukankah ia rahmat dari Tuhan?

3 comments:

Anonymous said...

Assalamualaikum
Bicara anda tersirat makna yang mendalam untuk dijadikan renungan.

Anonymous said...

Salam ziarah..:)




http://abuyaidol.blogspot.com

Anonymous said...

semoga tuhanku merahmatimu...tahniah buat bonda ummu diatas segalanya..