Menjelang tidur ternyata saat terindah mengenang suka duka kehidupan yang dilalui. Sedih gembira..keduanya menguras airmata. Airmata ternyata peneman paling setia mendodoikan hingga terlena. Sesekali dari kasurku ini ku jenguk kebawah. Semuanya sudah lena dibuai mimpi. Sedang aku masih berbicara sendiri didalam hati. Saban malam mereka lebih enak melepas lelah ditilam usang berwarna merah. Membiarkanku ke sendiri menikmati tilam empuk yang hanya aku merasakan indahnya,kata mereka. Aku telusuri semuanya yang telah Tuhan aturkan didalam perjalanan yang terasa singkat..namun kadang terasa sudah begitu lama.. Indahnya warna yang Tuhan lakarkan dikanvas putih hidupku ini. Penuh warna warni. Sesekali dilihat rona hitam bagai menguasai. Namun bukankah hitam itu menawan hati? Maha bijaknya kuasa tertinggi yang mentakdirkan semua ini. Yang telah turut mengurniakan kebijakan kepada setiap hati. Boleh saja menelan kepahitan sebagai ubat. Bahkan terasa gusar jika hanya kemanisan yang dihampa...